Home » Media Massa » Tinjau Ulang Pembangunan Hotel di Situs Prambanan

Tinjau Ulang Pembangunan Hotel di Situs Prambanan

Categories

Jakarta, Kompas – Badan Pelestarian Pusaka Indonesia meminta PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko meninjau ulang rencana pembangunan hotel di kawasan Candi Prambanan. Hotel berkonsep heritage dan konvensi itu dibangun pada lahan seluas 3 hektar.

Saat ini pembangunan Hotel Prambanan Heritage and Convention baru memasuki tahap sayembara konsep desain arsitektur. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk sayembara tersebut.

Presiden Direktur PT TWC Purnomo Siswoprasetjo, Senin (8/4), mengatakan, menurut rencana, hotel itu didirikan pada lahan seluas 3 hektar di zona 3 di kawasan Prambanan. Hotel itu menggantikan kantor pengelola PT TWC. Kategori zona 3 adalah perlindungan terhadap lingkungan dengan menerapkan tata guna lahan di sekitar taman. Perkembangan di area ini harus selalu terkontrol.

”Kalau kantor, hanya bisa dimanfaatkan oleh pegawai. Sementara kalau hotel, bisa diakses banyak orang. Di hotel nantinya akan ada berbagai kegiatan budaya,” kata Purnomo.

Di dekat hotel akan ditambahkan fasilitas Prambanan Centre sebagai pusat kegiatan dan sosialisasi seni budaya kepada tamu. Pengunjung bisa belajar menari, mencicipi kuliner tradisional, dan lain-lain. ”Semua fasilitas itu akan memperkuat fungsi heritage Prambanan-Boko. Selama ini, orang datang ke candi hanya untuk melihat batu-batu candi,” lanjutnya.

Hadiah total Rp 200 juta

Dalam situs resmi IAI www.iai.or.id disebutkan panitia sayembara membutuhkan masukan berupa gambar konsep dan skematis perancangan arsitektur dan anggaran biaya kasar untuk konstruksi yang digunakan, termasuk bangunan dan lanskap. Tiga pemenang akan mendapat hadiah total Rp 200 juta.

Salah seorang ketua IAI, Asfarinal, mengatakan, semangat IAI adalah memfasilitasi hasil karya terbaik arsitek. Sayembara ini juga merupakan upaya guna menghindari penunjukan langsung yang biasa terjadi dalam proyek pemerintah.

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) menganggap pembangunan hotel di Prambanan berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, terkait perlindungan (penyelamatan, pengamanan, dan zonasi) serta pengembangan (penelitian dan pemanfaatan).

Dalam surat elektroniknya, BPPI menyebutkan, studi Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) tahun 1979 telah membagi beberapa zona untuk mendukung kelestarian situs di kompleks Candi Prambanan. Studi itu menjadi dasar UNESCO untuk menetapkan Prambanan sebagai kompleks candi pusaka dunia (World Heritage).

Eka Budianta, anggota Dewan Pakar BPPI, mengatakan, TWC seharusnya lebih intensif melakukan dialog dengan pihak-pihak lain. Sebelum merencanakan pembangunan hotel, TWC semestinya melakukan studi. ”Sebaiknya hasil studi tersebut disosialisasikan,” kata Eka. (IND)

http://cetak.kompas.com/read/2013/04/09/02503258/tinjau.ulang.pembangunan.hotel..di.situs.prambanan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: