Save Prambanan

Home » Tanggapan Publik » BUMN Tak Tepat Kelola Prambanan

BUMN Tak Tepat Kelola Prambanan

Categories

Tanggapan Ari Dwipayana (pendidik di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM Yogyakarta)

Baru selesai diskusi “Kajian Rencana Pendirian Hotel di Candi Prambanan” (20/04) yang diselenggarakan Yayasan Tat Twam Asi Nusantara. Pengantar diskusi diberikan oleh Dr. Daud Aris T. dari Arkeologi UGM dan Pande Made Kutanegara dari Antropologi UGM. Diskusi dhadiri tokoh umat Hindu. Isu utama adalah kritik atas pengelolaan & pemanfaatan Candi, dikelola PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC); Badan Usaha Milik Negara (BUMN yang berorientasi profit). Dampaknya, fungsi edukasi dan pelestarian di Taman Wisata Candi Prambanan pun hilang. Padahal, Candi Prambanan adalah warisan budaya dunia yang mengemban fungsi edukasi dan pelestarian. Apakah hotel pilihan tepat? Masih ada banyak alternatif lain.

Pengelolaan candi seharusnya bentuknya Badan Layanan Umum (BLU) bukan BUMN, dan seharusnya mengacu UU 11/2010 tentang Cagar Budaya  dan UU 26/2007 tentang Penataan Ruang sebagai kawasan strategis.  Pengelolaan dan pemanfaatannya seharusnya memperhatikan aspek pusaka (heritage) dan juga melibatkan stakeholders dalam perencanaan, sehingga bermanfaat untuk masyarakat, bukan hanya perusahaan. Selama ini stakeholders tidak banyak dilibatkan oleh PT TWC dalam merencanakan hotel. Walaupun klaimnya di zona III, rencana ini tetap perlu kajian dampak sosial.

Setiap pengunjung candi dikenakan Rp. 30.000. Uangnya kemana? Anggaran pemeliharaan candi dialokasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aliran dana ke pusat juga sedikit, apalagi ke pemerintah daerah. Jadi, perlu dikaji kembali kelembagaan pengelolaan Candi Prambanan yang bukan lagi berorientasi profit semata, tapi lebih pada pendidikan dan pelestarian.

Pelibatan stakeholders dalam pengelolaan dan pemanfaatan Candi Prambanan merupakan syarat penting, termasuk umat Hindu yang memanfaatkan untuk keagamaan. Pemanfaatan kawasan candi untuk hotel perlu dipertimbangkan kembali terkait dengan tata ruang kawasan dan juga analisis dampak sosial-ekologisnya.


1 Comment

  1. gapen says:

    mas bok ya coba dilihat juga tu di borobudur ada seng2 dibangun apan tu gak jelas gitu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: