Save Prambanan

PETISI ONLINE SAVE PRAMBANAN

PETISI ONLINE SAVE PRAMBANAN

Berbagi Informasi

Apa tanggapan Anda terhadap rencana pembangunan hotel di kawasan pusaka Prambanan?
Sila tuliskan dalam:

Page FB: http://www.facebook.com/SavePrambanan

Twitter: (gunakan hashtag) #SavePrambanan

Seluruh tanggapan akan didokumentasikan di blog ini.

Siaran Pers BPPI terhadap Kasus Sayembara Desain Hotel di Prambanan

SIARAN PERS

Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI)/Indonesian Heritage Trust¬†memahami pentingnya pemeliharaan aset Pusaka Indonesia baik Pusaka Alam, Pusaka Budaya, dan Pusaka Saujana. Kompleks Candi Prambanan (Prambanan Temple Compound) yang terdiri dari 4 kompleks percandian yaitu Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Lumbung dan Candi Bubrah,sebagai salah satu dari Pusaka Budaya Berwujud (tangible) sudah mendapatkan pengakuan sebagai Pusaka Dunia (World Heritage) dengan Nomor C-642 pada Tahun 1991. (more…)

IAAI Kurang Gencar Lakukan Advokasi untuk Lindungi Situs Arkeologi

Tanggapan Timbul Manurung (praktisi urban design)

Prof. Mundardjito (Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia) mengutip Majalah Tempo April 2013, “Kita Butuh Gerakan Publik Untuk Arkeologi”… beliau menganggap Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) kurang gencar melakukan advokasi untuk melindungi situs-situs arkeologi yang terancam penjarahan ataupun perusakan. Beliau adalah sosok yang ditinggalkan para arkeolog lain di Indonesia untuk menentang keras pembangunan Pusat Informasi Majapahit (PIM), Trowulan saat itu. Beruntung pada saat itu ada Prof. Inajati Adrisijanti (guru besar Arkeologi Universitas Gadjah Mada) bersama para mahasiswanya yang menentang pembangunan PIM, walaupun saat itu sudah ada Masterplan tentang PIM. (more…)

Pengelola Prambanan Harus Paham Archaeological Resource Management

Tanggapan Gunadi Kasnowihardjo (Arkeolog, Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta)

PT Taman Wisata Candi makin tidak memahami makna pelestarian cagar budaya, supaya tidak “salah kaprah” terus, perlu “dibancaki dan diganti nomenklaturnya” menjadi PT. Taman Purbakala, sehingga akan selalu memperhatikan kepurbakalaannya daripada kepariwisataannya.

Bersama Prof. Otti (Mundardjito) di Borobudur dan Prof. Timbul Haryono di kompl. Prambanan saya wkt awal rencana pembangunan “taman purbakala” ikut jadi “tenlok” (tenaga lokal) meneliti di dua kawasan yg skrg menjadi kawasan PT. Taman Wisata tsb. Titel PT sy kira tdk menjadi masalah krn pengelola hrs profesional utk dpt mensejahterakan semua pihak. Yang penting mereka mau dan harus mendengar masukan-masukan dari para ahlinya dan yang lebih penting lagi Pemerintah harus menempatkan ahli-ahli Archaeological Resource Management dalam jajaran direksi PT tersebut. (more…)

Jaga dan Lestarikan Prambanan sebagai Warisan Dunia

Tanggapan Mamang Firmansyah (Arsitek)

Kita semua tidak punya hak, atas nama pemerintah, atau apa saja untuk semena-mena memperlakukan Prambanan selagi diberikan kuasa. (Penguasa) seharusnya berlaku amanah karena diberi kuasa. Prambanan adalah milik semua umat didunia, baik secara spiritual maupun fisikal dengan adanya pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia. (Siapapun) mereka yang sedang berkuasa tidak berhak memperlakukan warisan dunia sesuai pertimbangan aspek dan kepentingan tertentu. Seluruh umat berhak untuk dimintakan pendapat.
(more…)

Daerah Punya Wewenang dalam Pengaturan Pelestarian Kawasan

Tanggapan Daud Aris Tanudirjo (pendidik Jurusan Arkeologi FIB UGM, Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya Provinsi D.I. Yogyakarta)

Walaupun Prambanan menjadi Kawasan Strategi Nasional, tetapi kewenangan daerah tidak lantas hilang. Perizinan akan tetap melalui peran pemerintah daerah. Sementara, pemerintah pusat akan berwenang dalam pengaturan tata ruangnya. Dalam hal ini, instansi yang berada di daerah tetap punya wewenang dan hak untuk mengambil keputusan. Jadi, peran instansi seperti Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta penting untuk bisa turut dalam proses pengambilan keputusan karena kewenangan pelestarian di tingkat daerah ada di lembaga ini. Dari segi kebijakan bisa jadi BPCB Yogyakarta tidak berhak memutuskan, tetapi terlibat dalam proses, dan harus dimintai pendapat. Sistem pengambilan keputusan ini harus dilihat secara organik, alih-alih mendudukkannya sebagai sarana/perangkat yang mati (inorganik). Selain itu, ada lembaga Dewan Pertimbangan Pelestarian Warisan Budaya Provinsi D.I. Yogyakarta yang masih punya ruang untuk berperan dalam menanggapi kasus ini. Sebagai anggota DP2WB, kami akan berusaha untuk ikut mempertahankan kelestarian (kawasan) Prambanan.

Moratorium Pembangunan Fisik di Prambanan Harus Ditaati

Tanggapan Amiluhur Soeroso (pendidik, pakar bidang ekonomi lingkungan, Dewan Pakar Badan Pelestarian Pusaka Indonesia)

Dalam pertemuan bersama Kementerian Pekerjaan Umum di Yogyakarta pada awal Maret 2013, seluruh rencana pembangunan fisik di wilayah yang akan dijadikan Kawasan Strategis Nasional (KSN) akan dimoratorium. Prambanan termasuk dalam salah satu wilayah berlabel KSN. Jadi, tidak boleh ada perencanaan pembangunan fisik di kawasan tersebut, termasuk rencana pembangunan Pasar Prambanan sebagai gedung berlantai 6 yang akan dikerjakan oleh Ditjen Cipta Karya dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Selain itu, usaha yang tidak sejalan dengan fungsi peruntukannya, seperti yang diatur dalam Keppres dan sudah terlanjur berjalan, makan akan ditunggu hingga habis masa berlakunya. Akan dilakukan peninjauan ulang sebelum izin usaha itu dapat diberlakukan kembali. Tim dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan berada di garda depan dalam upaya pelestarian kawasan pusaka Prambanan.

Olah Desain Arsitektur Pusaka Tak Bisa Instant

Tanggapan Laretna T. Adishakti (pendidik, Center for Heritage Conservation JUTAP FT UGM, Dewan Pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia)

Saya sangat prihatin, tidak hanya masalah akan adanya hotel di Kompleks Candi Prambanan, tetapi juga IAI, sebagai institusi yang sangat kita hormati bersama bisa-bisanya menyelenggarakan sayembara yang rasionalisasinya tidak jelas bahkan cenderung bermasalah dan bila membaca TOR semakin sedih sekali karena menunjukkan proses yang jauh dari kaidah-kaidah pelestarian. Peran Pusat Dokumentasi Arsitektur juga tidak dilibatkan. Padahal, sebelum intervensi harus inventarisasi dan dokumentasi pusaka beserta kawasannya. (more…)

Jangan Ulangi Kesalahan Borobudur di Prambanan

Tanggapan Elanto Wijoyono ( pekerja sosial, relawan Peta Hijau, Dewan Pakar Badan Pelestarian Pusaka Indonesia) dalam akun twitter @joeyakarta

  1. Arkeolog bisa bertanya apakah di bakal calon lahan Hotel Konvensi @BorobudurPark di Kawasan #Prambanan itu situs atau bukan
  2. tp, kita hrs lihat rencana itu dari sisi mnjmn kawasan #pusaka scr utuh. Seberapa tinggi & pentingnya kebutuhan hotel tsb bagi #Prambanan
  3. Adakah kaitan & dampak antara keberadaan Hotel Konvensi itu dgn kelestarian kwsn #pusaka #Prambanan yg mrpk Kawasan Strategis Nasional?
  4. jgn sampai #Prambanan senasib dengan #Borobudur yg dijadikan sbg ATM atau mesin uang oleh negara melalui BUMN bernama PT @BorobudurPark
  5. Proyek mercusuar, hotel berbintang, atau pusat perbelanjaan di kawasan #pusaka mungkin akan libatkan masy setempat, tp pd posisi rendahan (more…)

Latar Belakang dan Tujuan Sayembara

Apa dasar pemikiran gagasan pembangunan hotel konvensi di kawasan pusaka Prambanan?

  • Optimalisasi Kawasan Candi Prambanan bagi pengembangan ekonomi yang berbasis kekuatan nilai-nilai budaya yang ada, untuk mendorong pengembangan wilayah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
  • Perlunya pembangunan sejumlah fasilitas yang menunjang kegiatan pariwisata di kawasan Candi Prambanan sebagai salah satu pusat perkembangan kepariwisataan¬†yang berskala nasional maupun internasional.

Apa latar belakang gagasan penyelenggaraan sayembara konsep desain hotel di kawasan pusaka Prambanan ini? (more…)

Misteri Lokasi Hotel Konvensi

Tepat di Atas Lokasi Kantor PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko

PETA KAWASAN CANDI PRAMBANAN-Model

Bakal calon lokasi hotel konvensi adalah tempat berdirinya kompleks kantor pusat PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko saat ini. Pada peta tampak pada sisi kiri bawah yang tertutup layer berwarna merah muda. Lahan tersebut berada di luar zona inti Taman Wisata Candi Prambanan, di sisi barat Kali Opak. Namun, lahan tersebut tetap berada di dalam kawasan pusaka dunia Prambanan yang masuk dalam agenda pelestarian sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN).